Tampilkan postingan dengan label Keagamaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keagamaan. Tampilkan semua postingan

PASTIKAN TEPAT SASARAN, AMIRUDIN TOHOPI PANTAU LANGSUNG PENYEMBELIHAN HEWAN KURBAN DAN PEMBAGIAN DAGING KURBAN DI DESA MONANO.

 

Foto saat Peninjauan

KIM DESA MONANO -Desa Monano merayakan Hari Raya Idul Adha tahun ini dengan penuh semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama. 

Pada Rabu, 27 Mei 2026, kepala Desa Monano, Amirudin Tohopi, melakukan pemantauan langsung terhadap proses penyembelihan hewan kurban serta penyaluran daging kepada masyarakat yang berhak menerimanya.


Pemantauan tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, lancar, dan sesuai sasaran. Selain itu, distribusi daging kurban diharapkan dapat dilakukan secara adil dan merata bagi warga Dusun 1, Dusun 2, dan Dusun 3.

Pada pelaksanaan Idul Adha tahun ini, panitia kurban Desa Monano menyembelih sebanyak enam ekor sapi. Untuk mempercepat proses dan mengurangi kerumunan, penyembelihan dilakukan di dua lokasi berbeda. 

Lokasi pertama melayani warga Dusun 1 dan Dusun 2, sementara lokasi kedua diperuntukkan bagi warga Dusun 3.

Dalam kesempatan tersebut, Amirudin Tohopi menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja dengan penuh tanggung jawab sejak pagi hari. 

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga keterbukaan dan keadilan dalam pembagian daging kurban agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Setelah proses penyembelihan selesai, daging kurban dipotong, dikemas, dan didistribusikan kepada warga berdasarkan data penerima yang telah disiapkan sebelumnya. 

Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketertiban serta memastikan penyaluran berjalan dengan baik.

Masyarakat Desa Monano menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka mengungkapkan rasa syukur atas terlaksananya ibadah kurban dan berharap semangat berbagi serta kebersamaan yang tercermin dalam perayaan Idul Adha dapat terus terjaga di lingkungan desa.


YUSRAN MOUKO DAN JASMIN LASIBU: PASUTRI YANG SELALU HIDUPKAN KEGIATAN DESA. DI LINGKUNGAN DUSUN 3 BUTATO



Pasangan Suami Istri Aktif Dukung Kegiatan Sosial dan Keagamaan di Dusun 3 Butato
Monano, 27 Mei 2026 — Di tengah kesibukan kehidupan sehari-hari, semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan masih terus ditunjukkan oleh sebagian masyarakat.

 Salah satunya adalah pasangan suami istri asal Desa Monano, Yusran Mouko dan Jasmin Lasibu, yang dikenal aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan di Dusun 3 Butato (Monas).

Kehadiran keduanya sudah dikenal luas oleh pemerintah desa dan masyarakat setempat. Mereka kerap terlibat dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, mulai dari perayaan hari besar keagamaan hingga kegiatan yang bertujuan mempererat hubungan antarwarga.

Pada perayaan Iduladha, Yusran sering membantu pelaksanaan kegiatan kurban, baik melalui tenaga maupun dukungan lainnya. Sementara itu, Jasmin turut berkontribusi dalam penyediaan kebutuhan kegiatan, termasuk hadiah untuk perlombaan remaja, anak-anak, dan ibu-ibu yang ikut memeriahkan acara di lingkungan dusun.

Selain itu, pasangan ini juga aktif mendukung berbagai kegiatan hiburan rakyat, seperti lomba panjat pinang yang menjadi bagian dari perayaan hari besar Islam. Keterlibatan mereka membantu menciptakan suasana yang meriah dan memperkuat kebersamaan warga.

Tidak hanya mengikuti kegiatan yang diselenggarakan pemerintah desa, Yusran dan Jasmin juga sering berinisiatif mendukung pelaksanaan berbagai kegiatan keagamaan bersama masyarakat. Menurut Yusran, kebahagiaan terbesar bagi mereka adalah melihat warga dapat berkumpul, beribadah, dan menjalin silaturahmi dalam suasana yang penuh kebersamaan.

Pemerintah Desa Monano memberikan apresiasi atas kontribusi dan kepedulian yang terus ditunjukkan oleh pasangan tersebut. Dedikasi mereka dinilai memberikan dampak positif dalam memperkuat hubungan sosial serta mendukung berbagai program kemasyarakatan di desa.

Kisah Yusran Mouko dan Jasmin Lasibu menjadi contoh bahwa kontribusi bagi lingkungan tidak harus dilakukan melalui jabatan tertentu. Dengan semangat gotong royong, kepedulian, dan kerja sama yang konsisten, mereka telah menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk lebih aktif dalam kegiatan sosial dan pembangunan masyarakat di lingkungan sekitarnya.