Ini Alasan Mengapa Kamu Harus mengunjungi Pelita Bunga Wisata Alam



KIM DESA MONANO, Bone – Di tengah hamparan alam yang masih asri, Destinasi Wisata Pelita Bunga di Desa Monano menawarkan pesona alam yang memikat. Air sungai yang jernih bak kristal, tebing batu alami yang menjulang, serta suasana hutan yang sejuk menjadikan tempat ini sebagai salah satu destinasi wisata alam yang layak masuk dalam daftar kunjungan para pencinta petualangan dan fotografi.

Berdasarkan keindahan yang terlihat di lokasi, Pelita Bunga menghadirkan pengalaman wisata yang berbeda dari tempat-tempat rekreasi pada umumnya. Berikut beberapa alasan mengapa Anda harus berkunjung ke destinasi wisata ini.

1. Air Sungai Sangat Jernih dan Menyegarkan

Salah satu daya tarik utama Pelita Bunga adalah aliran sungainya yang begitu bening hingga dasar sungai yang dipenuhi bebatuan dapat terlihat dengan jelas. Warna air yang memancarkan gradasi hijau kebiruan menciptakan pemandangan yang menenangkan sekaligus memanjakan mata pengunjung.

Kondisi air yang masih alami menjadikan lokasi ini cocok untuk bermain air, berendam, maupun sekadar menikmati kesegaran alam.

2. Pemandangan Tebing Alami yang Eksotis

Di sepanjang aliran sungai, pengunjung akan disuguhi panorama tebing batu yang menjulang tinggi dan dihiasi tumbuhan hijau yang tumbuh alami di sela-sela batuan. Kombinasi antara tebing, akar pohon yang menjuntai, dan vegetasi hijau menciptakan suasana yang mirip dengan destinasi wisata Pajat Tebing yang cocok untuk menguji adrenalin anda

Keunikan formasi batuan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang menyukai eksplorasi alam.

3. Surga Bagi Pecinta Fotografi

Setiap sudut Pelita Bunga menawarkan latar foto yang Instagramable. Pantulan air yang jernih, batuan alami, serta tebing yang menjulang menjadikan lokasi ini sangat cocok untuk berburu foto alam.

Baik untuk fotografi landscape maupun konten media sosial, tempat ini memiliki banyak spot menarik yang mampu menghasilkan gambar yang memukau.

4. Suasana Tenang dan Jauh dari  Keramaian

Berbeda dengan objek wisata yang sudah padat pengunjung, Pelita Bunga masih menawarkan ketenangan dan suasana alami yang sulit ditemukan di perkotaan. Suara gemericik air dan kicauan burung menjadi hiburan alami yang mampu memberikan efek relaksasi bagi siapa saja yang datang.

Tempat ini sangat cocok bagi wisatawan yang ingin melepas penat dari rutinitas sehari-hari.

5. Cocok untuk Wisata Keluarga dan Petualangan

Kondisi sungai yang relatif dangkal di beberapa titik memungkinkan pengunjung untuk menikmati wisata air bersama keluarga. Sementara bagi pecinta petualangan, kawasan ini menawarkan pengalaman menyusuri sungai dan menjelajahi keindahan alam sekitar yang masih alami.

Potensi Wisata Desa yang Menjanjikan

Keberadaan Pelita Bunga menjadi bukti bahwa Desa Monano memiliki potensi wisata alam yang besar. Dengan pengelolaan yang baik dan promosi yang berkelanjutan, destinasi ini berpeluang menjadi salah satu ikon wisata unggulan yang mampu menarik wisatawan lokal maupun luar daerah.

Penutup

Pelita Bunga bukan sekadar tempat wisata biasa. Kejernihan air sungainya, keindahan tebing alami, udara yang sejuk, dan suasana yang masih asri menjadikan destinasi ini sebagai surga tersembunyi yang patut dikunjungi. Bagi Anda yang mencari ketenangan sekaligus keindahan alam yang autentik, Pelita Bunga di Desa Monano adalah pilihan yang tepat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga maupun sahabat.

"Datanglah sekali, dan Anda akan memahami mengapa Pelita Bunga menjadi salah satu permata alam yang membanggakan Desa Monano."


Redaksi Kim Desa Monano

Penulis,Isnawan

BERMULA DARI HOBI AKHIRNYA JADI HOBI YANG DI BAYAR

 


KIM DESA MONANO.Molamahu.Kamis,11 Juni 2026. Di tengah suasana pedesaan yang tenang, asri, dan dikelilingi lingkungan yang sejuk, tercipta aneka cita rasa manis dan gurih yang perlahan mulai dikenal dan digemari oleh warga sekitar. Gina Taha, seorang warga desa yang sekaligus ibu rumah tangga, yang berhasil mengubah kegemarannya dalam mengolah adonan kue menjadi sebuah usaha mandiri yang terus berkembang secara bertahap sejak usaha ini di rintisnya.Gina Taha adalah Pebisnis Pemula yang berhasil mengubah hobinnya membuat kue menjadi usaha yang paling di minati para pembeinya.

Pada mulanya Kegiatan membuat kue awalnya hanya menjadi cara mengisi waktu luang dan menyajikan hidangan istimewa bagi keluarga serta tetangga terdekatnya. Lambat laun, banyak yang menaruh perhatian dan menyampaikan apresiasi atas rasa dan kualitas kue yang dibuatnya. Awalnya hanya mencoba membuat untuk dikonsumsi sendiri dan dibagikan kepada tetangga. Tidak disangka, banyak yang menanyakan cara pembuatannya hingga akhirnya memesan untuk kebutuhan acara mereka. Dari sanalah saya merasa terdorong untuk menjadikan ini sebagai usaha yang lebih serius,” ungkap Gina dengan nada ramah.

dari kesukaan membikin kue untuk keluarga dan tetangga, Gina mulai menerima pesanan kecil-kecilan. yang bermula  hanya coba-coba, tapi banyak yang bilang rasanya enak dan minta dibuatkan lagi. Dari situlah saya memberanikan diri membuka usaha resmi ini,

Usahanya selalu mengedepankan prinsip kesederhanaan  namun tetap berkualitas.Ia hanya menggunakan bahan-bahan pilihan yang segar,menghindari bahan tambahan yang belebihan serta memadukan resep dengan sentuhan kreasi sendiri agar tetap memilki ciri khas tersendiri.Proses pembuatanya pun dilakukan dengan ketelitian agar hasilnya senantiasa terjaga kebersihan dan kelezatanya.

Untuk memenuhi selera dan kebutuhan pelanggan, Gina menyajikan beragam jenis jajanan dan kue. mulai dari kue tradisional khas seperti kue Dadara,kue,Kue Balais,Kue Donat,Cantik Manis,Molen,Pisang Coklat,Cala isi dan Panada,serta berbagai jenis kue basah dan kue kering lainya bahkan sekarang ini gina sudah membuat kue barunya yang diperuntungkan untuk kegiatan ulang tahun yakni Kue Ulang tahun.Semua kue yang dibuatnya merupakan kue tradisional yang terlihat moderen yang cocok untuk melengkapi momen spesial seperti syukuran, arisan, ulang tahun, maupun acara keagamaan.

Setiap pesanan saya usahakan dibuat pada pagi hari agar saat diterima pelanggan kondisinya masih segar dan nikmat.itupun tergantung pesanan, Saya berkomitmen menjaga cita rasa asli sambil tetap memastikan proses pembuatannya higienis dan aman dikonsumsi oleh siapa saja,” tambahnya dengan penuh tanggung jawab.

Tanpa membutuhkan modal usaha yang besar maupun tempat toko khusus, Gina membangun usahanya secara bertahap. Ia mengandalkan kepercayaan yang tumbuh dari mulut ke mulut, serta memanfaatkan cara komunikasi yang mudah seperti pesan singkat dan facebokk untuk menerima pesanan dari warga sekitar. “Bagi saya, kuncinya adalah bersikap jujur, menjaga mutu produk secara konsisten, serta menawarkan harga yang wajar dan terjangkau oleh masyarakat desa,” jelasnya.

Seiring berjalannya waktu, pesanan yang diterimanya tidak hanya datang dari lingkungan Desa Molamahu saja, melainkan sudah meluas ke Desa tetangga. Usaha ini tidak hanya memberikan manfaat secara ekonomi bagi keluarganya, tetapi juga menjadi salah satu contoh dan inspirasi bagi warga lain yang ingin memulai usaha dari rumah dengan memanfaatkan keterampilan yang dimiliki.

Selain fokus pada kualitas rasa, Gina juga selalu berusaha melayani setiap pelanggan dengan sikap yang ramah, santun, dan tepat waktu dalam penyelesaian pesanan. Ia percaya bahwa pelayanan yang baik adalah bagian penting dari keberlangsungan usaha kecil. “Saya ingin setiap orang yang mencicipi kue buatan saya merasakan ketulusan dalam setiap gigitannya. Ini bukan sekadar soal menjajakan makanan, tetapi juga menjaga hubungan baik dengan sesama dan melestarikan kekayaan rasa yang dimiliki ole kita sendir,” ujarnya dengan tulus.

Melihat perkembangan yang telah dicapainya, Gina memiliki sejumlah harapan untuk masa depan usahanya. Ia ingin terus memperkaya variasi menu, mempelajari teknik pembuatan kue yang lebih baik melalui berbagai kesempatan, serta jika memungkinkan dapat melibatkan tenaga kerja dari warga sekitar agar manfaat usahanya bisa terasa lebih luas lagi bagi lingkungan desa.

Bagi saya, membangun usaha tidak harus dimulai dengan sesuatu yang besar. Selama dikerjakan dengan kesabaran, kejujuran, dan kesungguhan hati, maka langkah demi langkah kemajuan pasti akan bisa diraih. Semoga usaha kecil ini dapat terus bermanfaat dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga dan desa tempat saya tinggal,” tutupnya penuh semangat dan harapan.


Tim Redaksi Kim Desa Monano





Tingkatkan Tata Kelola Pemerintahan Desa.Kecamatan Bone Laksanakan Monev di 14 Desa

 


KIM DESA MONANO.Bone, Rabu 10 Juni 2026 – Pemerintah Kecamatan Bone mulai melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di tujuh desa yang berada di wilayah Kecamatan Bone.adapun Kunjungan Evaluasi  Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai Tanggal 8 hingga 12 Juni 2026 ini bertujuan memastikan seluruh program dan kegiatan pemerintahan desa berjalan secara efektif, transparan, dan akuntabel sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Adapun 7 Desa yang menjadi Tujuan kegiatan monev ini yakni Desa Moodulio,Desa Mura Bone,Desa Ilohuuwa,Desa Masiaga,Desa Inogalu ma ,Desa Per mata Dan Desa Talulada,itu 7 Desa dari timur serta 7 Desa dari Barat yakni Desa Bilolantunga,Desa Waluhu,Desa Tumbuh Mekar,Desa Monano,Desa Cendana Putih,Desa Sogitia dan Desa Molamahu mengingat dari 14 desa ini tim di bagi menjadi dua.Agar kegiatan ini bisa berjalan dengan baik serta sukses.

Camat Bone, Fian K. Ruchban, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi merupakan bagian dari upaya pemerintah kecamatan dalam melakukan pembinaan serta pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa.

Alhamdulillah hari ini kami Pemerintah kecamatan bone dapat melaksanakan monev di tengah kesibukan administrasih dan kegiatan lain yang padat.Kegiatan ini menjadi cerminan komitmen kami agar setiap rupaiah anggaran desa yang bersummber dari dana desa,maupun bantuan pemerintah lainya,serta setiap program kerja yang telah di susun bersama baik melalui rapat dengan pemerintah desa maupun dengan masyarakat,ini benar-benar bisa memberikan manfaat yang nyata yang dapat dirasakan langsung oleh warga,serta dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku Ujar BU Camat Fian K.Ruchban saat ditemui di sela-sela kunjungan kerjanya .

Camat Bone yang biasa di sapa Ibu Fian ini menuturkan Menurutnya, terdapat beberapa aspek penting yang menjadi fokus dalam pelaksanaan Monev kali ini. Pertama, tim melakukan evaluasi  terhadap kesesuaian perencanaan program dan penggunaan anggaran desa agar selaras dengan target yang telah ditetapkan dalam RKPDes maupun APBDes

Selain itu, pemerintah kecamatan juga melakukan evaluasi fisik dan administrasi dengan meninjau langsung hasil pekerjaan di lapangan. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap kelengkapan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) serta dokumen pelaporan keuangan yang menjadi bagian penting dalam tata kelola pemerintahan desa.

“Dokumen yang masih belum lengkap tentunya harus segera dilengkapi oleh pemerintah desa agar seluruh proses administrasi dapat berjalan dengan baik dan sesuai ketentuan,” jelasnya.

Kegiatan monitoring dan evaluasi ini juga diarahkan pada upaya pencegahan dan perbaikan. Melalui pengawasan yang dilakukan secara berkala, pemerintah kecamatan berupaya meminimalisir potensi penyimpangan sejak dini serta mengambil langkah-langkah perbaikan apabila ditemukan ketidak sesuaian dalam pelaksanaan program maupun penggunaan anggaran.

Tidak hanya melakukan pengawasan, Pemerintah Kecamatan Bone juga memberikan pembinaan dan edukasi kepada aparatur desa. Pendampingan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta kualitas tata kelola pemerintahan desa agar semakin profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Di ahir pernyataanya,Camat bone menyampaikan harapan besar hasil dari kegiatan monev selama lima hari ini mampu mendorong kemajuan bersama seluru desa diwilayahnya.Ia berharap setiap desa dapat menjadi mitra kerja yang solid dan saling mendukung dalam mewujudkan visi pembangunan Daerah yang berkeadilan dan bekelanjutan 

Kami berharap setelah kegiatan monev ini selesai,seluruh desa semakin termotivasi untuk bekerja lebih baik lagi.Memperbaiki segala kekurangan yang ada,dan mempertahankan hal-hal yang sudah positif.Pemerintahan yang bersih terbuka,jujur dan bertanggung jawab akan melahirkan pelayanan publik yang prima yang pada ahkirnya akan membawa kesejahteraan,kemajuan dan kebahagiaan bagi seluruh warga kecamatan bone'Pungkasnya.

 Tim Redaksi KIM DESA MONANO

  Penulis Isnawan



Atur Kursi Tamu di Pesta Pernikahan Kades Monano.Sudah Menjadi Kebiasaanya dalam hajatan Masyarakatnya.

 

Foto saat merapikan kursi hajatan pernikahan

KIM DESA MONANO,Senin 8 Juni 2026 — Semaraknya pesta pernikahan di lingkungan Desa Monano hari ini terasa semakin hangat berkat kehadiran sosok yang dikenal rendah hati dan dekat dengan warga, yaitu Kepala Desa Monano, Amirudin A.Tohopi melihat Lihat keadaan Hajatan Pernikahan masyarakatanya . Alih‑alih hanya datang  duduk sebagai tamu kehormatan, Amirudin justru terlihat sibuk langsung mengatur deretan kursi Agar tertata rapih untuk kenyamanan tamu undangan yang akan datang hadir.


Dari kemarin sore sampai hari ini, pria yang akrab disapa Ti Ayah ini sudah terlihat aktif bergerak. Dengan sigap, ia mengangkat, menyusun, dan menata rapi kursi plastik berwarna hijau dan merah muda di area pelaminan serta tempat duduk utama. Tak ragu ia membungkuk, mengukur jarak antar barisan, hingga memastikan setiap sudut tempat duduk tersusun rapi agar tidak ada tamu yang kehabisan tempat duduk.dan membrikan perluasan  jalan bagi para tamu dan keluarga mempelai pria yang akan membawakan hantaran dutu atau harta,sehingga para tamu undangan yang akan masuk dan duduk merasa nyaman. Tindakan ini ia lakukan guna menyukseskan acara bahagia keluarga warganya tanpa membebani pihak keluarga penyelenggara,


''Saya merasa ini adalah tugas sekaligus kebiasaan saya. Sebagai pelayan desa,bahkan sebelum saya menjadi kepala desa kebahagiaan warga adalah kebahagiaan saya juga. Tidak ada pekerjaan yang terlalu kecil, apalagi demi kelancaran acara sakral seperti pernikahan. Saya ingin membantu agar tuan rumah tidak kewalahan dan tamu merasa nyaman sejak awal datang,” ujar Amirudin sambil terus menyusun kursi dengan teliti.


Kehadiran dan keterlibatan langsung Amirudin dalam persiapan acara warga bukanlah hal baru. Sejak menjabat sebagai Sekdes, ia kerap terlibat langsung mulai dari persiapan hingga penutupan berbagai acara adat, keagamaan, maupun acara keluarga . Sikapnya yang sederhana dan tidak membedakan status ini membuatnya sangat dicintai dan dihormati oleh seluruh lapisan masyarakat Desa Monano.


Salah satu warga setempat, mengaku kagum melihat dedikasi kepala desanya. “Banyak pemimpin lain mungkin hanya datang sesaat setelah semuanya siap, tapi ti ayah kalau ada hajatan ataupun Duka selalu turun tangan sejak persiapan awal dari ba beken kanopi sampai jaramba ungkap salah satu masyarakat yang berada di tempat hajatan tersebut,Beliau bahkan tak segan  membantu para pelayan dapur di pesta hajatan itu dan menjadi pengarah apabila ada masyarakatnya yang tidak tahu urus mengurus tentang hal -hal yang perlu disiapkan dalam hajatan pernikahan ataupun duka . Ini bukti nyata bahwa beliau benar‑benar hadir dan merasakan suka duka bersama warga,” ungkapnya.


Berbagai upaya Amirudin untuk mempererat ikatan kekeluargaan warga, terus ia lakukan lewat hal‑hal sederhana namun bermakna. Ia percaya bahwa melayani dengan hati dan terjun langsung adalah cara terbaik untuk membangun desa yang rukun dan bersatu. Di tengah kesibukannya yang padat mengurus  pemerintahan desa,dan mengelola bisnis peternakan ayam petelur ia selalu menyempatkan waktu untuk hadir dan membantu setiap acara penting warganya.


Dengan tindakan nyata seperti ini, Kepala Desa Amirudin A. Tohopi terus meneladankan kepemimpinan yang melayani, dekat, dan dapat diandalkan. Semangat kebersamaan yang ia tunjukkan saat menyusun kursi tamu undangan ini pun menjadi simbol persatuan warga Desa Monano yang tetap terjaga dengan baik sehingga tercipta kehidupan yang harmonis dan kondusif.


Tim Redaksi : Kim desa monano

Penulis : Isnawan

 


KUKIS KELAPA DESA MONANO CEMILAN LOKAL YANG PENUH NOSTALGIA



KIM DESA MONANO,,BONE Senin 08 Juni 2026 - – Semangat kreativitas dan jiwa wirausaha UMKM di Desa Monano, Kecamatan Bone, kembali melahirkan produk unggulan yang patut dibanggakan. Melalui kelompok UMKM Pemuda Produktif, Pelaku Usaha ini berhasil mengembangkan olahan istimewa berbahan dasar utama kelapa segar menjadi camilan renyah bernama Kukis Kelapa Monano’s. Produk ini hadir bukan sekadar sebagai makanan ringan, melainkan bukti nyata bahwa potensi sumber daya alam lokal dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi dan layak bersaing.


Kelapa merupakan salah satu komoditas melimpah di wilayah Desa Monano, namun pemanfaatannya selama ini masih sering terbatas pada penjualan bahan mentah saja atau hanya berfokus pada Pembuatan Kopra. Melihat peluang sekaligus tantangan tersebut, Owner pemuda Produktif Kisnawan Buhungo di Desa Monano tergerak untuk berinovasi. Mereka mendirikan kelompok usaha bersama dengan semangat “mengangkat potensi lokal demi kemajuan desa”, kemudian meracik resep istimewa  turun temurun yang mempertahankan cita rasa alami kelapa tanpa bahan pengawet berbahaya.


Ketua kelompok UMKM Pemuda Produktif Kisnawan Buhungo menyampaikan bahwa pembuatan Kukis Kelapa Monano’s dilakukan dengan prinsip menjaga kualitas mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses pengemasan. Kami menggunakan kelapa yang telah melalui penyortiran sehingga kproduk yang kami hasilkan memang benar -benar berasal dari  kelapa pilihan yang di jual langsung oleh petani atau  warga sekitar. Proses pembuatannya pun dilakukan secara higienis,dan Tradional diolah dengan resep turunan yang dimodifikasi agar menghasilkan tekstur renyah dan rasa gurih manis yang khas, disukai segala kalangan usia,” ungkapnya.


Berbeda dengan kue kering berbahan tepung pada umumnya, Kukis Kelapa Monano’s memiliki ciri khas tersendiri: bentuknya unik menyerupai tabung berlubang, permukaannya sedikit berselimut gula halus alami, serta menghadirkan aroma harum kelapa yang sangat kental saat digigit. Produk ini dikemas dalam kantong kedap udara yang menarik, bertuliskan Kukis Kalapa jelas “100% bahan alami dan tanpa pengawet buatan”, serta telah memperoleh sertifikasi halal, sehingga keamanan dan kenyamanan konsumen tetap terjamin. Berat bersih per kemasan mencapai 100 gram, cocok dimakan sendiri maupun dijadikan oleholeh khas Desa Monano.


Keberadaan produk ini memberikan dampak positif ganda bagi lingkungan sekitar. Selain membuka peluang lapangan kerja bagi pemuda dan ibu rumah tangga setempat, ia juga menyerap pasokan kelapa milik petani desa sehingga harganya menjadi lebih stabil dan memiliki nilai tambah ekonomi. Sejak dipasarkan, antusiasme masyarakat terus meningkat—mulai dari warga lokal, Petani Kelapa, hingga permintaan yang mulai masuk dari luar daerah karena rasanya yang otentik dan kemasannya yang menarik.


Harapan kami, di masa yang akan datang  Kukis Kelapa Monano’s tidak hanya dikenal di wilayah desa monano atau Bone bolango saja, tetapi dapat menjangkau pasar yang lebih luas,maupun pasar global sekaligus menjadi ikon kuliner khas Desa Monano.Agar Produk ini bisa di kena sampai di negara luar Kami juga terus berusaha memperbaiki mutu produksi dan meningkatkan kuantitas guna memenuhi permintaan yang terus bertambah, serta berharap mendapatkan dukungan dari berbagai pihak agar usaha ini semakin berkembang pesat,” tambahnya dengan penuh semangat.


Kukis Kelapa Monano’s adalah contoh nyata bahwa kreativitas pemuda, jika dikombinasikan dengan kekayaan alam setempat, mampu melahirkan produk unggulan yang berdaya saing dan mampu menggerakkan roda perekonomian rakyat. Bagi masyarakat umum, camilan ini kini dapat ditemukan di gerai pusat oleholeh khas Gorontalo maupun dipesan langsung melalui kontak resmi di 081340719140 kelompok UMKM Pemuda Produktif Desa Monano.


Penulis: Tim Redaksi KIM Desa Monano 

Pelaku UMKM Owner Pemuda Produktif



MENJALANKAN BISNIS MENGUNTUNGKAN MESKI MODAL TERBATAS

 


Di tengah kondisi ekonomi yang terus berubah, banyak pelaku usaha membuktikan bahwa membangun bisnis tidak selalu membutuhkan modal besar. Dengan strategi yang tepat, keterbatasan dana justru dapat mendorong kreativitas dan efisiensi dalam menjalankan usaha.

1. Memanfaatkan Keahlian sebagai Modal Utama

Bagi yang memiliki keterbatasan dana, keterampilan dan pengetahuan dapat menjadi aset berharga. Usaha berbasis jasa, seperti desain grafis, penulisan konten, pengelolaan media sosial, atau konsultasi, dapat dijalankan dengan biaya operasional yang relatif rendah sehingga berpotensi menghasilkan keuntungan yang baik.

2. Mengembangkan Bisnis Secara Bertahap

Pelaku usaha tidak harus langsung tampil besar sejak awal. Pertumbuhan bisnis dapat dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan keuntungan yang diperoleh untuk mengembangkan usaha. Pendekatan ini membantu mengurangi ketergantungan pada pinjaman dan menjaga kondisi keuangan tetap sehat.

3. Pastikan Kebutuhan Pasar Terlebih Dahulu

Sistem pemesanan awal atau pre-order dapat menjadi solusi untuk mengurangi risiko kerugian. Dengan menawarkan produk terlebih dahulu dan memproduksinya setelah ada pesanan, pelaku usaha dapat menghindari penumpukan stok serta menjaga arus kas tetap stabil.

4. Memaksimalkan Kolaborasi dan Media Sosial

Promosi tidak selalu harus dilakukan dengan biaya besar. Konten yang bermanfaat dan menarik di media sosial dapat membantu menjangkau calon pelanggan secara lebih luas. Selain itu, kerja sama dengan pelaku usaha lain juga dapat memperluas pasar dan meningkatkan peluang penjualan.

Kesimpulan

Keberhasilan bisnis tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal, tetapi juga oleh kemampuan melihat peluang, mengelola risiko, dan beradaptasi dengan kebutuhan pasar. Dengan perencanaan yang matang, pemanfaatan keahlian, serta strategi yang tepat, usaha dengan modal terbatas tetap memiliki peluang besar untuk berkembang dan menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan.

Sambil Angkat Tiang Kanopi dari bambu, Kades Monano Maknai Pancasila Lewat Keringat Warga


KIM NUSANTARA DESA MONANO – Tengah sibuk berbaur dengan warga membantu mendirikan kanopi dari bambu untuk persiapan sebuah acara pernikahan, Kepala Desa, Amirudin A.Tohopi, memberikan pandangan mendalam terkait makna Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni.

Bagi Amirudin, esensi dari dasar negara tersebut tidak melulu soal upacara formal, melainkan tercermin langsung dalam aksi nyata di lapangan, seperti tradisi gotong royong yang masih kental di tengah masyarakat desa.

Pancasila dalam Aksi Nyata, Bukan Sekadar Seremoni

Di sela-sela kesibukannya mengangkat tiang bambu serta tali rapia dan membantu para pekerja, Amirudin menyempatkan diri berbagi pemikiran mengenai relevansi Pancasila di tahun 2026 ini. Menurutnya, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila, khususnya sila ketiga dan kelima, paling mudah dilihat dari bagaimana warga desa saling bahu-bahu dalam urusan sosial.

"Hari Pancasila itu momentum pengingat. Tapi bagi kami di desa, Pancasila itu ya apa yang sedang kita lakukan hari ini: bergotong royong, saling bantu tanpa melihat latar belakang, dan memastikan hajat tetangga bisa berjalan lancar," ujar Amirudin dengan peluh yang membasahi keningnya.

Ia menambahkan bahwa di era modern seperti sekarang, tantangan terbesar adalah menjaga agar kepedulian antar sesama tidak luntur digerus sifat individualistis.

Menghidupkan Sila Ketiga dengan membantu warga yang sedang hajatan pernikahan.
Aktivitas membantu mendirikan kanopi pernikahan warga ini, menurut Amirudin, adalah contoh kecil dari implementasi "Persatuan Indonesia". Ketika masyarakat berkumpul, bercengkerama, dan bekerja bersama demi meringankan beban orang lain, di situlah Pancasila benar-benar hidup.

Berikut adalah beberapa poin penting yang ditegaskan oleh Kepala Desa Amirudin terkait peringatan 1 Juni tahun ini:
Gotong Royong sebagai Pondasi: Kebiasaan saling membantu dalam kegiatan tempat pernikahan atau kedukaa adalah benteng terakhir pertahanan moral bangsa.

Edukasi Lewat Tindakan: Mengajarkan Pancasila kepada generasi muda desa jauh lebih efektif melalui keteladanan langsung dibanding teori semata.

Harapan untuk Masa Depan Desa
Menutup perbincangan singkat di lokasi kerja, Amirudin berharap semangat 1 Juni 2026 ini bisa terus terjaga sepanjang tahun. Ia berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang berbasis swadaya dan kekeluargaan.

"Pancasila tidak akan pernah mati selama kita masih mau melangkahkan kaki ke rumah tetangga yang sedang butuh bantuan," pungkasnya, sebelum kembali bergabung dengan para pekerja untuk menyelesaikan atap kanopi menggunakan terpal.