Tampilkan postingan dengan label UMKM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UMKM. Tampilkan semua postingan

BERMULA DARI HOBI AKHIRNYA JADI HOBI YANG DI BAYAR

 


KIM DESA MONANO.Molamahu.Kamis,11 Juni 2026. Di tengah suasana pedesaan yang tenang, asri, dan dikelilingi lingkungan yang sejuk, tercipta aneka cita rasa manis dan gurih yang perlahan mulai dikenal dan digemari oleh warga sekitar. Gina Taha, seorang warga desa yang sekaligus ibu rumah tangga, yang berhasil mengubah kegemarannya dalam mengolah adonan kue menjadi sebuah usaha mandiri yang terus berkembang secara bertahap sejak usaha ini di rintisnya.Gina Taha adalah Pebisnis Pemula yang berhasil mengubah hobinnya membuat kue menjadi usaha yang paling di minati para pembeinya.

Pada mulanya Kegiatan membuat kue awalnya hanya menjadi cara mengisi waktu luang dan menyajikan hidangan istimewa bagi keluarga serta tetangga terdekatnya. Lambat laun, banyak yang menaruh perhatian dan menyampaikan apresiasi atas rasa dan kualitas kue yang dibuatnya. Awalnya hanya mencoba membuat untuk dikonsumsi sendiri dan dibagikan kepada tetangga. Tidak disangka, banyak yang menanyakan cara pembuatannya hingga akhirnya memesan untuk kebutuhan acara mereka. Dari sanalah saya merasa terdorong untuk menjadikan ini sebagai usaha yang lebih serius,” ungkap Gina dengan nada ramah.

dari kesukaan membikin kue untuk keluarga dan tetangga, Gina mulai menerima pesanan kecil-kecilan. yang bermula  hanya coba-coba, tapi banyak yang bilang rasanya enak dan minta dibuatkan lagi. Dari situlah saya memberanikan diri membuka usaha resmi ini,

Usahanya selalu mengedepankan prinsip kesederhanaan  namun tetap berkualitas.Ia hanya menggunakan bahan-bahan pilihan yang segar,menghindari bahan tambahan yang belebihan serta memadukan resep dengan sentuhan kreasi sendiri agar tetap memilki ciri khas tersendiri.Proses pembuatanya pun dilakukan dengan ketelitian agar hasilnya senantiasa terjaga kebersihan dan kelezatanya.

Untuk memenuhi selera dan kebutuhan pelanggan, Gina menyajikan beragam jenis jajanan dan kue. mulai dari kue tradisional khas seperti kue Dadara,kue,Kue Balais,Kue Donat,Cantik Manis,Molen,Pisang Coklat,Cala isi dan Panada,serta berbagai jenis kue basah dan kue kering lainya bahkan sekarang ini gina sudah membuat kue barunya yang diperuntungkan untuk kegiatan ulang tahun yakni Kue Ulang tahun.Semua kue yang dibuatnya merupakan kue tradisional yang terlihat moderen yang cocok untuk melengkapi momen spesial seperti syukuran, arisan, ulang tahun, maupun acara keagamaan.

Setiap pesanan saya usahakan dibuat pada pagi hari agar saat diterima pelanggan kondisinya masih segar dan nikmat.itupun tergantung pesanan, Saya berkomitmen menjaga cita rasa asli sambil tetap memastikan proses pembuatannya higienis dan aman dikonsumsi oleh siapa saja,” tambahnya dengan penuh tanggung jawab.

Tanpa membutuhkan modal usaha yang besar maupun tempat toko khusus, Gina membangun usahanya secara bertahap. Ia mengandalkan kepercayaan yang tumbuh dari mulut ke mulut, serta memanfaatkan cara komunikasi yang mudah seperti pesan singkat dan facebokk untuk menerima pesanan dari warga sekitar. “Bagi saya, kuncinya adalah bersikap jujur, menjaga mutu produk secara konsisten, serta menawarkan harga yang wajar dan terjangkau oleh masyarakat desa,” jelasnya.

Seiring berjalannya waktu, pesanan yang diterimanya tidak hanya datang dari lingkungan Desa Molamahu saja, melainkan sudah meluas ke Desa tetangga. Usaha ini tidak hanya memberikan manfaat secara ekonomi bagi keluarganya, tetapi juga menjadi salah satu contoh dan inspirasi bagi warga lain yang ingin memulai usaha dari rumah dengan memanfaatkan keterampilan yang dimiliki.

Selain fokus pada kualitas rasa, Gina juga selalu berusaha melayani setiap pelanggan dengan sikap yang ramah, santun, dan tepat waktu dalam penyelesaian pesanan. Ia percaya bahwa pelayanan yang baik adalah bagian penting dari keberlangsungan usaha kecil. “Saya ingin setiap orang yang mencicipi kue buatan saya merasakan ketulusan dalam setiap gigitannya. Ini bukan sekadar soal menjajakan makanan, tetapi juga menjaga hubungan baik dengan sesama dan melestarikan kekayaan rasa yang dimiliki ole kita sendir,” ujarnya dengan tulus.

Melihat perkembangan yang telah dicapainya, Gina memiliki sejumlah harapan untuk masa depan usahanya. Ia ingin terus memperkaya variasi menu, mempelajari teknik pembuatan kue yang lebih baik melalui berbagai kesempatan, serta jika memungkinkan dapat melibatkan tenaga kerja dari warga sekitar agar manfaat usahanya bisa terasa lebih luas lagi bagi lingkungan desa.

Bagi saya, membangun usaha tidak harus dimulai dengan sesuatu yang besar. Selama dikerjakan dengan kesabaran, kejujuran, dan kesungguhan hati, maka langkah demi langkah kemajuan pasti akan bisa diraih. Semoga usaha kecil ini dapat terus bermanfaat dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga dan desa tempat saya tinggal,” tutupnya penuh semangat dan harapan.


Tim Redaksi Kim Desa Monano





KUKIS KELAPA DESA MONANO CEMILAN LOKAL YANG PENUH NOSTALGIA



KIM DESA MONANO,,BONE Senin 08 Juni 2026 - – Semangat kreativitas dan jiwa wirausaha UMKM di Desa Monano, Kecamatan Bone, kembali melahirkan produk unggulan yang patut dibanggakan. Melalui kelompok UMKM Pemuda Produktif, Pelaku Usaha ini berhasil mengembangkan olahan istimewa berbahan dasar utama kelapa segar menjadi camilan renyah bernama Kukis Kelapa Monano’s. Produk ini hadir bukan sekadar sebagai makanan ringan, melainkan bukti nyata bahwa potensi sumber daya alam lokal dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi dan layak bersaing.


Kelapa merupakan salah satu komoditas melimpah di wilayah Desa Monano, namun pemanfaatannya selama ini masih sering terbatas pada penjualan bahan mentah saja atau hanya berfokus pada Pembuatan Kopra. Melihat peluang sekaligus tantangan tersebut, Owner pemuda Produktif Kisnawan Buhungo di Desa Monano tergerak untuk berinovasi. Mereka mendirikan kelompok usaha bersama dengan semangat “mengangkat potensi lokal demi kemajuan desa”, kemudian meracik resep istimewa  turun temurun yang mempertahankan cita rasa alami kelapa tanpa bahan pengawet berbahaya.


Ketua kelompok UMKM Pemuda Produktif Kisnawan Buhungo menyampaikan bahwa pembuatan Kukis Kelapa Monano’s dilakukan dengan prinsip menjaga kualitas mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses pengemasan. Kami menggunakan kelapa yang telah melalui penyortiran sehingga kproduk yang kami hasilkan memang benar -benar berasal dari  kelapa pilihan yang di jual langsung oleh petani atau  warga sekitar. Proses pembuatannya pun dilakukan secara higienis,dan Tradional diolah dengan resep turunan yang dimodifikasi agar menghasilkan tekstur renyah dan rasa gurih manis yang khas, disukai segala kalangan usia,” ungkapnya.


Berbeda dengan kue kering berbahan tepung pada umumnya, Kukis Kelapa Monano’s memiliki ciri khas tersendiri: bentuknya unik menyerupai tabung berlubang, permukaannya sedikit berselimut gula halus alami, serta menghadirkan aroma harum kelapa yang sangat kental saat digigit. Produk ini dikemas dalam kantong kedap udara yang menarik, bertuliskan Kukis Kalapa jelas “100% bahan alami dan tanpa pengawet buatan”, serta telah memperoleh sertifikasi halal, sehingga keamanan dan kenyamanan konsumen tetap terjamin. Berat bersih per kemasan mencapai 100 gram, cocok dimakan sendiri maupun dijadikan oleholeh khas Desa Monano.


Keberadaan produk ini memberikan dampak positif ganda bagi lingkungan sekitar. Selain membuka peluang lapangan kerja bagi pemuda dan ibu rumah tangga setempat, ia juga menyerap pasokan kelapa milik petani desa sehingga harganya menjadi lebih stabil dan memiliki nilai tambah ekonomi. Sejak dipasarkan, antusiasme masyarakat terus meningkat—mulai dari warga lokal, Petani Kelapa, hingga permintaan yang mulai masuk dari luar daerah karena rasanya yang otentik dan kemasannya yang menarik.


Harapan kami, di masa yang akan datang  Kukis Kelapa Monano’s tidak hanya dikenal di wilayah desa monano atau Bone bolango saja, tetapi dapat menjangkau pasar yang lebih luas,maupun pasar global sekaligus menjadi ikon kuliner khas Desa Monano.Agar Produk ini bisa di kena sampai di negara luar Kami juga terus berusaha memperbaiki mutu produksi dan meningkatkan kuantitas guna memenuhi permintaan yang terus bertambah, serta berharap mendapatkan dukungan dari berbagai pihak agar usaha ini semakin berkembang pesat,” tambahnya dengan penuh semangat.


Kukis Kelapa Monano’s adalah contoh nyata bahwa kreativitas pemuda, jika dikombinasikan dengan kekayaan alam setempat, mampu melahirkan produk unggulan yang berdaya saing dan mampu menggerakkan roda perekonomian rakyat. Bagi masyarakat umum, camilan ini kini dapat ditemukan di gerai pusat oleholeh khas Gorontalo maupun dipesan langsung melalui kontak resmi di 081340719140 kelompok UMKM Pemuda Produktif Desa Monano.


Penulis: Tim Redaksi KIM Desa Monano 

Pelaku UMKM Owner Pemuda Produktif



Lebih dari Sekadar Manis, Inilah Alasan Madu Suwawa Gorontalo Jadi Primadona Kesehatan

 

Foto produ madu suwawa gorontalo

Madu Suwawa Gorontalo, Madu Alami dengan Beragam Manfaat 

KIM NUSANTARA DESA MONANO, Gorontalo – Di tengah banyaknya pilihan suplemen kesehatan yang tersedia saat ini, Madu Suwawa dari Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, semakin dikenal sebagai salah satu produk alami yang memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Madu hutan ini menjadi pilihan masyarakat karena berasal dari alam dan diproses secara tradisional.Keunggulan utama Madu Suwawa terletak pada sumbernya. 

Madu ini dihasilkan oleh lebah hutan yang hidup di kawasan hutan tropis Suwawa yang masih terjaga kelestariannya. 

Lebah mengumpulkan nektar dari berbagai jenis tanaman liar sehingga menghasilkan madu dengan cita rasa khas dan aroma alami yang berbeda dari madu pada umumnya.Selain memiliki rasa yang unik, Madu Suwawa juga mengandung berbagai zat alami yang bermanfaat bagi tubuh. Kandungan antioksidan, enzim, dan beberapa vitamin di dalamnya dipercaya dapat membantu menjaga daya tahan tubuh serta mendukung kesehatan secara keseluruhan.Sejak lama, masyarakat Gorontalo memanfaatkan madu ini untuk berbagai kebutuhan kesehatan. 

Madu Suwawa sering dikonsumsi untuk membantu menjaga kebugaran, menambah energi, serta mendukung proses pemulihan tubuh. Selain itu, sifat alaminya juga membuat madu ini kerap digunakan sebagai bahan pendukung perawatan luka ringan.

Para petani madu di Suwawa juga semakin memperhatikan kualitas dan kelestarian lingkungan. Melalui sistem panen yang berkelanjutan, mereka menjaga agar koloni lebah tetap berkembang sehingga produksi madu dapat terus berlangsung tanpa merusak habitat alaminya.

Popularitas Madu Suwawa tidak hanya memberikan manfaat kesehatan bagi masyarakat, tetapi juga turut mendukung perekonomian warga Bone Bolango. Produk ini kini menjadi salah satu oleh-oleh khas Gorontalo yang banyak dicari oleh wisatawan.

Madu Suwawa merupakan salah satu produk alami khas Gorontalo yang dikenal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. 

Madu ini dihasilkan dari sumber daya alam yang masih terjaga, sehingga kualitasnya tetap baik.

 Selain dapat membantu menjaga daya tahan tubuh, Madu Suwawa juga menjadi contoh bagaimana kekayaan alam daerah dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat bagi masyarakat. Dengan kualitas yang dimiliki, madu ini berpotensi menjadi produk unggulan yang membanggakan Gorontalo. unggulan yang bernilai ekonomi sekaligus bermanfaat bagi kesehatan masyarakat.