KIM NUSANTARA DESA MONANO – Tengah sibuk berbaur dengan warga membantu mendirikan kanopi dari bambu untuk persiapan sebuah acara pernikahan, Kepala Desa, Amirudin A.Tohopi, memberikan pandangan mendalam terkait makna Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni.
Bagi Amirudin, esensi dari dasar negara tersebut tidak melulu soal upacara formal, melainkan tercermin langsung dalam aksi nyata di lapangan, seperti tradisi gotong royong yang masih kental di tengah masyarakat desa.
Pancasila dalam Aksi Nyata, Bukan Sekadar Seremoni
Di sela-sela kesibukannya mengangkat tiang bambu serta tali rapia dan membantu para pekerja, Amirudin menyempatkan diri berbagi pemikiran mengenai relevansi Pancasila di tahun 2026 ini. Menurutnya, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila, khususnya sila ketiga dan kelima, paling mudah dilihat dari bagaimana warga desa saling bahu-bahu dalam urusan sosial.
"Hari Pancasila itu momentum pengingat. Tapi bagi kami di desa, Pancasila itu ya apa yang sedang kita lakukan hari ini: bergotong royong, saling bantu tanpa melihat latar belakang, dan memastikan hajat tetangga bisa berjalan lancar," ujar Amirudin dengan peluh yang membasahi keningnya.
Ia menambahkan bahwa di era modern seperti sekarang, tantangan terbesar adalah menjaga agar kepedulian antar sesama tidak luntur digerus sifat individualistis.
Menghidupkan Sila Ketiga dengan membantu warga yang sedang hajatan pernikahan.
Aktivitas membantu mendirikan kanopi pernikahan warga ini, menurut Amirudin, adalah contoh kecil dari implementasi "Persatuan Indonesia". Ketika masyarakat berkumpul, bercengkerama, dan bekerja bersama demi meringankan beban orang lain, di situlah Pancasila benar-benar hidup.
Berikut adalah beberapa poin penting yang ditegaskan oleh Kepala Desa Amirudin terkait peringatan 1 Juni tahun ini:
Gotong Royong sebagai Pondasi: Kebiasaan saling membantu dalam kegiatan tempat pernikahan atau kedukaa adalah benteng terakhir pertahanan moral bangsa.
Edukasi Lewat Tindakan: Mengajarkan Pancasila kepada generasi muda desa jauh lebih efektif melalui keteladanan langsung dibanding teori semata.
Harapan untuk Masa Depan Desa
Menutup perbincangan singkat di lokasi kerja, Amirudin berharap semangat 1 Juni 2026 ini bisa terus terjaga sepanjang tahun. Ia berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang berbasis swadaya dan kekeluargaan.
"Pancasila tidak akan pernah mati selama kita masih mau melangkahkan kaki ke rumah tetangga yang sedang butuh bantuan," pungkasnya, sebelum kembali bergabung dengan para pekerja untuk menyelesaikan atap kanopi menggunakan terpal.
0 comments:
Posting Komentar